BKPM: Proyek Kawasan Industri Batang agar Libatkan Pengusaha Lokal

- 18 Oktober 2020, 05:05 WIB
Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. /Twitter/@bkpm/

BATANG -- Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia berpesan, agar proyek pembangunan infrastruktur Kawasan Industri Terpadu Kabupaten Batang, Jawa Tengah, melibatkan pengusaha lokal. Hal ini, untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi setempat.

"Saya berpesan kalau ada sub kontraktor lokal dan khususnya dari Kabupaten Batang, jangan ambil dari luar daerah karena hal itu menjadi komitmen dalam hal membangun perekonomian dan bertujuan menjadikan daerah ini sebagai pusat perputaran ekonomi," katanya saat berkunjung ke KIT Batang, di Batang, Sabtu (17/10).

Bahlil Lahadalia mengatakan progres pembangunan infrastruktur Kawasan Industri Terpadu (KIT) Batang, masih kurang maksimal. "Oleh karena, kami datang ke KIT Batang untuk melakukan koordinasi supaya pembangunan infrastruktur guna mempercepat peningkatan perekonomian berjalan optimal," katanya.

Menurut dia, saat ini, KIT Batang sudah menjadi incaran investor. Bahkan, sudah ada beberapa investor melirik KIT untuk menanamkan modalnya di daerah itu.

"Oleh karena, percepatan pembangunannya harus cepat dilakukan karena sudah ada empat investor yang melirik KIT Batang," katanya.

Bahlil menyebutkan sejumlah investor yang sudah berkoordinasi dengan BKPM tersebut antara lain dari Korea Selatan, China, dan pengusaha dalam negeri yang bergerak di bidang nikel.

Pada tahap awal, kata dia, KIT Batang akan menjadi tempat untuk industri hilirisasi nikel menjadi baterai. Kemudian industri kaca yang berorientasi ke ekspor di mana 80 persen produknya akan dikirim ke luar negeri.

Dia mengatakan, KIT Batang akan menjadi pusat ekosistem bisnis kecil hingga tingkat industri besar. "Karena itu, KIT Batang akan dibangun ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Jadi KIT Batang, nantinya akan menjadi penghubung industri kecil hingga besar," katanya.

 

Halaman:

Editor: Ayas Gifari

Sumber: Antara


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X