DPD RI - OJK Kalbar pantau pelaksaaan program PEN oleh Perbankan

- 18 Oktober 2020, 10:47 WIB
ILUSTRASI: Bank Mandiri. Bank Mandiri Genjot QRIS, Sektor Pendidikan dan UMKM jadi Target Standar Pembayaran Digital /Bank Mandiri/

CIREBONRAYA -- Ketua Komite IV DPD RI bersama OJK Kalbar melakukan kunjungan kerja ke beberapa bank di Pontianak. Kunjungan kerja ini dalam rangka pemantauan pelaksanaan kebijakan stimulus ekonomi dampak pandemi Covid-19 serta program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di Kalbar.

"Saya mengapresiasi pelaksanaan kebijakan stimulus ekonomi OJK maupun PEN. DPD ingin memastikan semua kebijakan pemerintah dalam mengurangi dampak pandemi COVId-19 benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat mengingat pemerintah telah mengucurkan anggaran yang sangat besar dengan total pagu sejumlah Rp 695,23 triliun," ujar Ketua Komite IV DPD RI, Sukiryanto di Pontianak, seperti dikutip Antara, Sabtu (17/10).

Ia juga mengapresiasi kinerja OJK Kalbar dalam menjaga stabilitas sektor jasa keuangan khususnya di Kalbar dan berkomitmen dalam mengawal kebijakan pemerintah dalam rangka pemulihan ekonomi.

Selanjutnya mengenai masukan perbankan terkait jangka waktu penempatan dana pemerintah di perbankan yang durasi paling lama hanya selama 6 (enam) bulan, Sukiryanto sependapat, bahwa hendaknya penempatan dana pemerintah bisa diperpanjang sehingga perbankan bisa dengan leluasa dalam menyalurkan kredit.

"Kalau lebih lama masyarakat pun bisa lebih lama menikmati bunga kredit murah yang diberikan perbankan," kata dia.

Dalam kunjungan ketiga bank mitra pemerintah dalam program PEN--Bank Mandiri, BTN, serta Bank Kalbar--, dipaparkan capaian masing-masing bank dalam melaksanakan kebijakan stimulus OJK (POJK 11) maupun program PEN.

Dalam hal pelaksanaan restrukturisasi kredit dipaparkan bahwa selama 7 bulan pandemi, ke-3 bank telah merestrukturisasi total kredit senilai Rp 1,51 triliun yang dinikmati oleh 14.821 debitur.

Selanjutnya terkait penyaluran penempatan dana pemerintah (PMK 104), bank-bank dimaksud telah menyalurkan total kredit sejumlah Rp 836,6 miliar dengan kualitas kredit yang terjaga.

Kepala OJK Kalbar, Moch. Riezky F. Purnomo, menyampaikan, hingga 30 September 2020, tercatat 130.976 debitur LJK di Kalbar telah menikmati kelonggaran berupa paket kebijakan restrukturisasi dengan total baki debet sejumlah Rp 10,11 Triliun.

Halaman:

Editor: Ayas Gifari

Sumber: Antara


Komentar

Terkini

Terpopuler

Terpopuler Pikiran Rakyat Network

X